Dampak Mata Kering yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya Sebelum Mengganggu Aktivitas

Pernahkah Anda merasakan Mata SEpet, PErih, LElah, atau seperti ada pasir ketika sedang bekerja? Kondisi ini sering kali menjadi tanda mata kering dan sayangnya, banyak orang menganggap kondisi ini hanya rasa lelah biasa sehingga tidak segera ditangani.

dampak mata kering
aktualpos.com


Di era digital seperti sekarang, mata bekerja lebih keras dibandingkan sebelumnya. Waktu yang dihabiskan di depan komputer, laptop hingga ponsel terus meningkat. 

Belum lagi mereka yang bekerja di dalam ruang akan terkena paparan pendingin ruangan (AC). Sementara itu yang diluar akan terkena debu dan polusi, semua itu akan membuat risiko mata kering semakin tinggi.

Meski terlihat sederhana, mata kering dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap kenyamanan dan produktivitas kerja. Bahkan bila dibiarkan dan terus berlanjut akan berpengaruh pada kualitas hidup seseorang.

Apa Itu Mata Kering?

Mata kering merupakan kondisi ketika mata tidak mampu menghasilkan air mata yang cukup atau kualitas air mata tidak mampu menjaga permukaan mata tetap lembap. Padahal, air mata memiliki peran penting untuk melindungi mata dari iritasi, membersihkan kotoran, sekaligus menjaga penglihatan tetap nyaman dan sempurna.

Ketika lapisan air mata terganggu, permukaan mata menjadi lebih mudah mengalami iritasi dan menimbulkan berbagai keluhan. Oleh karena itu menjadi penting bagi setiap orang untuk tahu bagaimana menjaga mata tetap baik-baik saja.

Dampak Mata Kering yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa dampak mata kering yang sering dialami banyak orang. Dampak ini bisa muncul sebagian atau bisa muncul beberapa kondisi sekaligus.

1. Mata SePeLe

Mata SePeLe atau mata SEpet, PErih, LElah ini menjadi satu kondisi yang paling umum ditemukan pada mereka yang mengalami mata kering. Mata yang kurang lembap akan bekerja lebih keras ketika digunakan untuk membaca, mengetik, atau melihat layar dalam waktu lama. 

Kondisi ini sering dialami oleh pekerja kantoran, mahasiswa, guru, desainer grafis, hingga content creator. Tak jarang sebagian penderita mata kering menggambarkan sensasinya seperti ada pasir atau benda asing di dalam mata. 

Rasa tidak nyaman ini membuat seseorang seringkali refleks mengucek mata. Padahal, kebiasaan mengucek mata justru dapat memperparah iritasi bahkan meningkatkan risiko infeksi.

2. Menurunkan Produktivitas

Rasa perih dan tidak nyaman membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu singkat bisa menjadi lebih lama karena harus sering mengistirahatkan mata.

Jika dibiarkan terus-menerus, produktivitas kerja maupun belajar dapat mengalami penurunan. Yang rugi bagi mereka yang enggan menjaga kesehatan mata tentu individu yang bersangkutan.

3. Penglihatan Menjadi Kabur Sementara

Salah satu gejala mata kering adalah penglihatan yang sesekali tampak buram. Biasanya kondisi ini membaik setelah berkedip beberapa kali.

Meski hanya sementara, kondisi tersebut tentu mengganggu, terutama ketika sedang mengemudi atau berkendara, membaca dokumen penting, atau mengoperasikan komputer.

5. Berisiko Menimbulkan Iritasi Berulang

Jika kelembapan mata terus berkurang, permukaan mata lebih mudah mengalami iritasi. Dalam kondisi tertentu, mata kering yang tidak ditangani dengan baik bahkan dapat menyebabkan gangguan pada permukaan kornea.

Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala mata kering meskipun awalnya hanya terasa ringan. Pembiaran ini bila terus dibiarkan tentu akan terus menumpuk dan menjadi 'bom waktu' suatu saat nanti.

6. Mata Menjadi Lebih Sensitif

Mata kering juga membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya, angin, asap kendaraan, maupun debu. Aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman karena mata mudah berair atau terasa menyengat.

Menjadi penting kemudian untuk senantiasa membawa tetes mata agar kondisi 'menyakitkan' ini tidak muncul. Salah satu tetes mata yang terbukti efektif mengatasi mata kering tentu saja Insto Dry Eyes.

Cara Mengatasi Mata Kering

Kabar baiknya, #BebasMataKering dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana. Mulai dari menerapkan konsep atau aturan 20-20-20. Dimana setelah bekerja di depan layar selama 20 menit maka alihkan pandangan mata selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki.

Cara lain yang bisa diterapkan tentu saja secara sadar menambah jumlah kedipan ketika mata terasa kering. Dengan cara ini maka secara tidak langusung akan menambah jumlah cairan yang ada diarea sekitar mata.

Bagi Anda yang bekerja di depan laptop atau komputer ada baiknya atur sebaik mungkin posisi duduk. Pastikan mata bisa bekerja lebih ringan dan salah satunya menempatkan layar di bawah garis pandang mata.

Kerja di ruangan ber-AC juga berpotensi membuat kata kering dan ada baiknya atur agar hembusan tidak langsung ke tubuh. Atur sebijak mungkin bagaimana fungsi AC untuk tubuh tetap optimal tanpa mengganggu mata.

Hal lain yang kemudian bisa dilakukan tentu saja memperbaiki kualitaas istirahat. Tidur bukan hanya menginstirahatkan tubuh dan organ didalamnya saja tapi juga mata yang seharian telah bekerja. 

Gunakan Tetes Mata Sesuai Kebutuhan

#MataSePeLeJanganSepelein dan apabila mata mulai terasa kering, penggunaan tetes mata yang diformulasikan untuk membantu meredakan gejala mata kering dapat menjadi solusi praktis. Produk seperti #InstoDryEyes membantu memberikan kelembapan pada mata sekaligus meredakan rasa tidak nyaman akibat kurangnya produksi air mata. 

Namun, apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai nyeri hebat dan gangguan penglihatan yang menetap, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata.

Mata kering bukan sekadar rasa tidak nyaman yang bisa diabaikan. Kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas, kenyamanan bekerja, hingga kualitas penglihatan sehari-hari. 

Dengan menjaga kesehatan mata sejak dini, Anda dapat tetap beraktivitas dengan nyaman, bekerja lebih fokus, dan menikmati setiap momen tanpa terganggu oleh keluhan mata kering.

Posting Komentar untuk "Dampak Mata Kering yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya Sebelum Mengganggu Aktivitas"