oleh

Akhirnya Warga Ngraho Terima Serifikat Gratis PTSL

BOJONEGORO, Aktualpos.com – Akhirnya warga Ngraho menerima penyerahan Setifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Pemerintah, tepatnya di Desa Ngraho Kecamatan Ngraho yang di hadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah beserta jajaranya, BPN Bojonegoro, serta Asosiasi Perbankan, Jum’at (22/2/19).

Kades Ngraho Samat menyambut para tamu undangan yang hadir dan merasa senang acara ini dilangsungkan di desa yang ia pimpin.

“Selamat datang di desa Ngraho. kita merasa bangga karena terpilih menjadi tempat untuk penyerahan sertifikat tanah PTSL. Apa yang telah dicita-citakan warga desa jumput untuk bisa memiliki sertifikat tanah akhirnya bisa terwujud,” Ungkapnya.

Kepala BPN Kabupaten Bojonegoro Lampri, APtnh, S.H, M.H menyampaikan bahwa jumlah penerima sertifikat di desa jumput ini ada 363 penerima. “Pemilihan desa jumput ini atas pilihan ibu bupati sendiri. Hal ini dikarenakan desa jumput itu paling cepat dan paling mendahului dalam menyelesaikan administrasi. Sehingga nanti desa jumput bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain”. Ujar Lampri.

Lampri juga menyampaiakan bahwa Lamiri di desa bubulan terdapat 2273 bidang tanah, dan dibagi menjadi 4 cluster. Cluster 1 855 bidang tanah, cluster 2 nihil, cluster 3 368 bidang, Cluster 4 1050. Dan di kecamatan bubulan ada 5 desa dan semuanya sudah terpetakan.

Kluster yang dimaksud dalam PTSL ini yaitu klaster Pertama yaitu tanah dengan status dalam pendaftaran sertipikat. Klaster kedua yaitu klasifikasi daerah yang status tanahnya masuk dalam daftar isian, seperti kategori tanah sengketa. Klaster ketiga merupakan tanah dengan status subjek dan objeknya belum jelas. Klaster keempat adalah tanah bidang yang telah bersertipikat.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengucapkan sukur dan bangga karena Bojonegoro terpilih menjadi yang terbesar dalam target pengurusan sertifikat tanah yang telah berjalan dengan baik dan juga menjadi yang terbaik karena itu bisa menjadi motivasi bagi daerah lain.

“PTSL merupakan hal yang sangat luar biasa karena memudahkan masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah. Tahun 2018 Bojonegoro memdapatkan target 80.000 dan itu sudah terselesaikan dengan baik. Diharapkan tahun 2022 atau 2023 sudah selesai semua”. Ujar Bupati.(red)