oleh

Melalui HPSN, Kapolres Ajak Untuk Peduli Dengan Masalah Sampah

Bojonegoro, Aktualpos.com – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Polres Bojonegoro melaksanakan upacara peringatan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari Kabupaten Bojonegoro pada hari Kamis (21/02/2019) pagi. Dengan menggandeng Pemkab Kabupaten Bojonegoro serta Kodim 0813 Bojonegoro, upacara diikuti oleh seluruh anggota Polres Bojonegoro, pegawai dilingkungan Pemkab Kabupaten Bojonegoro serta anggota TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro.

Dalam amanatnya saat memimpin upacara, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK., MH., M.Si mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali peduli terhadap permasalahan sampah, dimana peringatan HPSN muncul karena mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi Propinsi Jawa Barat terjadi musibah yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa pada tanggal 21 Februari 2005 yang lalu. Pada peristiwa na’as tersebut, terjadi karena curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah.

“Dari peristiwa tersebut, setidaknya ada 157 jiwa melayang dan dua kampung yaitu Cilimus dan Pojok hilang dari peta kerana longsoran sampah yang berasal dari TPA Leuwigaja”, ungkap Kapolres.

Dari data National Geographic, masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton pertahun dan diperkirakan oleh bank dunia pada tahun 2025 akan bertambah hingga 2,2 miliar ton.

“Terkadang saat kita melewati TPA, kita menutup hidung karena bau yang ditimbulkan dari sampah tersebut. Dan seolah-olah kita tidak sadar bahwa sampah tersebut sebagian barasal dari rumah kita sendiri”, ucap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres juga menambahkan, bahwa timbunan sampah muncul karena kontribusi sampah dari kita sendiri, dan lebih memperihatinkan muncul bila ada orang yang memiliki perilaku negatif dengan membuang sampah sembarangan. Dengan perilaku membuang sampah sembarangan tersebut bisa menjadikan masalah seperti penyumbatan saluran air jika kita membuang di saluran air dan terapung bebas di sungai jika kita membuang sampah di sungai.

“Jika sungi tersebut mengalir hingga ke laut, bisa merusak pemandangan di laut karena bisa berserakan di bibir pantai dan bahkan bisa menjerat tubuh satwa di laut lepas”, imbuh Kapolres.

Pertambahan penduduk, peningkatan tingkat konsumsi masyarakat dan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar membuat permasalahan sampah semakin pelik, untuk itu Kapolres mengajak untuk meminimalisir permasalah sampah dengan memilah sampah secara mandiri.

“Lakukan 3 R dari rumah kita sendiri, yaitu mengurangi sampah (reduce), memanfaatkan kembali sampah (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle)”, tutur Kapolres. [red]